Dear World,

Hari ini sudah memasuki bulan ketiga di hari ke-enam di tahun 2017. Waktu berjalan begitu cepat melalui beberapa kejadian yang memberatkan.

Salah satunya di tahun lalu, 2016, di bulan juni tanggal dua.
Hari itu menjadi hari yang kelam untuk saya dan keluarga saat itu, dimana pemimpin keluarga, Babeh, meninggalkan kami untuk berpulang kepada-Nya. Mengejutkan karena Babeh tidak menderita sakit serius sebelumnya, yang kami dapati hanya sakit demam semalam sebelumnya.

Semenjak pensiun, kami selalu melihatnya sibuk dengan laptop kecil dan tabletnya mengawasi perkembangan saham, duduk di meja makan yang beliau jadikan meja kerjanya. Hampir selama dua tahun semenjak pensiun.

Dengan kepergian Babeh yang begitu mendadak saya sesungguhnya masih belum bisa percaya kalau sekarang sudah beda alam dengan Babeh. Sekarang keadaannya memang sudah menjadi sangat berbeda. Sekarang kami secara fisik hanya bisa mengunjungi babeh di makam kampung halamannya. Walau begitu tanpa kami ketahui sesungguhnya Babeh sekarang bisa melihat kami lebih leluasa dari sana, tapi rasanya sungguh kami masih ingin mengobrol dengannya langsung.

Kalau ingin diflashback ke malam itu dan selama proses pemakaman, walau sungguh masa kelam itu tidak ingin saya kenang tapi saat itulah kami bisa melihatnya secara fisik, yang sudah tidak berdaya, terakhir kalinya.

Masa kelam itu sedikit banyak memudar akan melampaui satu tahun di bulan Juni tahun ini.

Satu tahun pertama tanpa Babeh dan saya putra pertama yang Insya Allah akan menggantikan tanggung jawabnya.

Tiada ucap yang setara untuk berterima kasih untuk Babeh.

Tapi saya ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih Babeh.

Pastilah Babeh yang akan menyapa kami pertama kali di sana, sementara kami masih terus berjuang yang terbaik di sini. Sampai jumpa lagi di sana, Beh.

Late goodbye to 2016.